Sheeshchan’s Weblog

Live In-ku..

Posted by: sHeesHaa on: September 15, 2008

Oleh Fransisca Adi S. / XI IPA

Tinggal di desa??gak buruk-buruk amat kok..Malah enak..bisa mengenal satu sama lain yang ada dalam satu lingkungan yang luasss banget..Coba kalau di Jakarta…mungkin tetangga seberang rumah gak kenal kali..Kami sampai dan berkumpul di Gereja Nanggulan untuk di jemput oleh orang tua induk semang kami masing-masing.

Setelah sampai, kami di jemput oleh orangtua induk semang kami masing-masing dan di bawa ke rumah mereka. Saya satu rumah dengan Liana. Sesampainya di rumah Bp. JS. Martojo, orangtua induk semang saya, di dalam hati saya berkata “wwahhhh..ternyata tidak seperti saya bayangkan sebelumnya, rumah ini sangat enak dan nyamann”..Pada hari pertama saya di sana saya belum melakukan aktivitas dengan induk semang saya, hanya saya membantu cuci piring..Setelah itu saya, Liana, Sherrica, Dila (kebetulan Sherrica dan Dila berada di sebelah rumah saya) keliling2 mulai dari rumah ke sumur dan kemudian ke Patihombo..Di daerah rumah kami ada 2 sumur. Yang satu di bawah, kami harus melewati jalan turunan yang agak terjal dan jauh..Sedangkan yang satu lagi dekat dengan rumah..Dari satu rumah ke rumah yang lain jarak nya jauh..

Ketika hari kedua live in, saya bangun pagi-pagi dan membantu ibu Marjati, ibu induksemang, mengambil air di sumur..Saya mengambil air dengan menggunakan ember dan di tarik pakai katrol..Jujur, saya tidak pernah mengambil air di sumur..Penduduk di sana harus menghemat air..Tidak seperti di Jakarta, kalau memerlukan air hanya dengan memutar kran, air tersebut akan mengalir sebanyak yang kita inginkan..Lalu saya membawa air yang sudah di ambil dari sumur ke rumah..Seperti layaknya orang yang tidak pernah bekerja keras, saya membawa air satu ember saja tumpah-tumpah..Alhasil air dalam ember tersebut yang tadinya satu ember penuh malah menjadi 3/4 ember..

Selain mengambil air di sumur, pengalaman yang saya dapatkan ada memberi makan kambing..Awalnya, di Jakarta saya sangat jijik dengan hewan yang bernama kambing..karena kambing sangat bau dan kalau melihat ada orang yang jualan kambing saya langsung menutup hidung dan tidak mau melihat kambing..Tapi ternyata di Jogja, saya memberi makan kambing..karena di sana hanya di beri makan pagi dan sore..ternyata pas saya beri makan kambing, kambingnya langsung berebutan dengan anak-anaknya..Akhirnya saya dan teman saya mencarikan daun lagi untuk kambingnya makan..Pas mencari daun, saya dan teman saya di kejar lebah..Akhirnya saya lolos dari lebah tersebut..Tetapi teman saya masih di kejar-kejar sambil teriak-teriak “pahit..pahit…pahittt…”…Lalu setelah teman saya lolos dari lebah tersebut, saya tanya “memangnya bisa yahh kalau lagi di kejar lebah ngomong pahit, lebahnya bisa berhenti ngejar??”..lalu teman saya berkata “bisa kok..”…haha,,

ITULAH PENGALAMAN SAYA WAKTU LIVE IN DI ST. MRANGGEN, KULONPROGO, YOGYAKARTA..

Live in tanggal 14 Agustus 2008 – 19 Agustus 2008

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 

September 2008
S S R K J S M
    Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Tulisan Teratas

  • Tidak ada

Komentar Terakhir

Blog Stats

  • 209 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.